Si Kecil Demam? Ini Cara Membaca Termometer Bayi yang Tepat  

Adanya demam pada tubuh si kecil menandakan bahwa sel putih tubuhnya sedang melawan penyakit yang sedang menyerang. Anda tidak usah khawatir. Silakan ambil termometer bayi yang Anda punya, lalu Anda cek. Apabila suhu melebihi batas normal, berarti Anda harus waspada. Berikut ini antisipasi yang bisa Anda lakukan.

1.   Ukur Suhu Tubuh
Apabila anak Anda masih bayi, Anda bisa membujuk bayi Anda agar bisa berbaring dengan nyaman. Usahakan posisi bayi Anda dalam kondisi tengkurap di atas permukaan datar seperti di pangkuan Anda atau di atas kasur. Lalu, Anda bisa membuka celananya dan merenggangkan kedua kakinya. Tujuannya adalah untuk memasukkan termometer pada lubang anus anak Anda.

Apabila Anda sudah menemukannya, Anda bisa memasukkan ujung termometer bayi ke dalam anus dengan perlahan. Pastikan ujung sensor termometer masuk dengan sempurna. Apabila ujung termometer telah masuk, diamkan dan tunggu sampai sekitar 3 menit atau sampai termometer bunyi. Anda baru bisa mengeluarkan setelahnya dan mengecek suhu yang tertera pada termometer.

Hal ini dilakukan pada anus bayi Anda, karena rata-rata bayi cenderung sulit untuk diam apabila ada alat yang dimasukkan ke dalam mulut atau diletakkan di ketiaknya. Beda lagi, jika itu adalah anak-anak yang mulai mengerti. Lakukan hal yang sama pada anak Anda melalui telinga ataupun ketiak. Anda harus menunggu beberapa menit untuk mendapatkan nilai suhu yang ada pada termometer.

2.    Pahami Suhu Normal
Anda harus memahami suhu normal pada tubuh manusia. Hal ini penting karena akan berguna bagi Anda. Fungsinya untuk mengetahui apakah Anda ataupun keluarga Anda mengalami gejala dari penyakit atau tidak. Anda perlu mengetahui bahwasannya suhu normal bayi sekitar 36,3 sampai 37,7oC. Sedangkan untuk anak kecil sekitar 36,1 sampai 37,7oC. Suhu normal orang dewasa sekitar 36,5 sampai 37,5 oC.

Suhu normal tubuh manusia juga tidak selalu berpatokan dengan angka tersebut. Suhu manusia juga bisa berubah-ubah. Hal ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor itu bisa aktivitasnya sehari-hari, usia, makanan dan minuman, cuaca, bahkan siklus menstruasi pada perempuan.

Khusus untuk lansia, apabila terkena penyakit tertentu, sebenarnya bukan suhunya yang semakin tinggi. Anda yang sudah lansia, suhu yang semakin menurun atau di bawah 35oC bisa menjadi gejala atau tanda bahwa tubuh Anda sedang tidak pada kondisi baik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap hal ini juga diperlukan agar Anda bisa mengambil tindakan saat itu juga.

3.   Tindakan Lanjut
Anda bisa melakukan perawatan sendiri di rumah sebagai bentuk pertolongan pertama apabila suhu yang tertera pada termometer masih pada rentang normal. Pemberian obat penurun panas dengan dosis yang sedang bisa menjadi salah satu cara. Anda juga bisa memberinya selimut dan mendekapnya agar suhu ruangan tidak terlalu menyerang suhu tubuh anak Anda.

Segera konsultasikan ke dokter apabila anak Anda dalam kondisi mengkhawatirkan. Misalnya suhu tubuh bayi Anda yang berusia kurang dari 3 bulan mencapai lebih dari 38 oC. Anda yang memiliki anak yang berusia 3-36 bulan memiliki suhu lebih dari 39 oC, demam hingga lebih 3 hari atau demam yang hilang timbul dan berulang dalam 7 hari bahkan lebih. Terutama anak Anda yang demam disertai tanda-tanda seperti ruam kulit, sesak napas, penurunan kesadaran, kekakuan di leher, muntah-muntah dan ubun-ubun bayi tampak menonjol atau cekung.

Demikianlah beberapa cara agar Anda bisa menggunakan dan membaca termometer bayi. Anda harus bisa dan cermat untuk menyimpulkan hasil angka yang ditunjukkan oleh termometer. Tentu Anda perlu mengetahui suhu normal terutama pada bayi. Apabila terjadi sesuatu, Anda bisa memutuskan langkah apa yang harus Anda ambil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *